Papan Tulis: Untuk Belajar sekaligus Untuk Hiasan Rumah

By | Oktober 30, 2017

Dahulu, papan tulis atau chalkboard hanya bisa ditemui di sekolah sebagai media yang digunakan guru untuk menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya. Anda tentu ingat dan mungkin pernah mencoba, bila saat sedang istirahat ataupun tidak ada guru, ada beberapa murid yang akan menggambar atau menulis-nulis di papan tulis tersebut.

papan tulis

Menulis atau menggambar di papan tulis cukup menyenangkan karena kita bisa mengekspresikan imajinasi kita lalu bisa dengan mudah dihapus kembali. Tak hanya itu, karena kemudahaan dalam membersihkan papan tulis, maka papan tulis pun bisa menjadi media yang baik untuk belajar menulis.

Dengan semakin berkembangnya zaman, chalkboard pun mulai ditinggalkan oleh kota-kota besar dan diganti dengan whiteboard atau papan tulis yang dipakai dengan menggunakan spidol atau marker.

Walaupun papan tulis hitam saat ini sudah mulai ditinggalkan di sekolah, namun papan tulis ini masih dilirik oleh orang-orang kreatif yang menggunakannya sebagai dekorasi rumah ataupun tempat usaha. Dinding yang dilapisi papan tulis hitam adalah salah satu trend dekorasi yang sedang diminati saat ini.

Papan tulis hitam bis amembuat tampilan rumah Anda ataupun tempat usaha Anda menjadi unik namun tetap cantik. Dengan sedikit kreativitas dan juga keinginan untuk meluangkan waktu, Anda bisa mengotak-atik papan tulis kapur tersebut dan menyulap rumah atau ruang usaha Anda menjadi tempat yang penuh inspirasi dan juga berbeda.

Anda bisa menjadikan dekorasi papan tulis hitam ini sebagai media belajar anak, bila Anda mempunyai anak kecil. Jadi, daripada anak Anda mencorat-coret tembok rumah, dengan cara ini mereka tetap mendapatkan feel dari mencoret tembok, tetapi tidak membuat Anda repot untuk menghilangkan atau membersihkannya.

Anda juga bisa menjadikan papan tulis ini sebagai tempat untuk mencatat jadwal, kalender, reminder atau pesan- pesan lucu yang bsai membuat Anda terhibur dan bersemangat ketika Anda membacanya. Anda juga bisa memanfaatkan dekorasi papan tulis ini di dapur sebagai tempat untuk mencatat resep, daftar belanjaan dan lainnya.

Selain fungsi dekorasi yang disebutkan di atas, papan tulis kapur ini juga banyak digunakan pada saat acara pernikahan ataupun ulang tahu sebagai penanda dengan konsep vintage. Untuk membuat papan tanda ini pun tidak terlalu sulit, Anda bisa membuatnya dari karton hitam, sehingga Anda tidak perlu membeli papan tulis hitam.

Yang Anda butuhkan hanyalah kertas poster hitam, kertas karbon, pulpen gel tinta putih, white marker, cat akrilik, kuas cat, kapur putih dan kertas. Untuk membuatnya juga tidak sulit, Anda hanya perlu menegtikan kalimat apa yang Anda inginkan untuk ada di papan tanda tersebut, lalu print. Setelah itu, guntung kata-kata tadi dan letakan font dengan komposisi yang pas di poster hitam.

Lalu jiplaklah outline tulisan tersebut. Setelah itu, tebalkan outline denganpulpen gel tinta putih lalu warnai font dengan white marker. Setelah itu Anda bisa membuat hiasan dengan cat akrilik. Hiasan ini tentunya sesuai dengan selera Anda. Lalu gosoklah kapur dengan perlahan di atas permukaan posterm setelah itu bersihkan bagian yang terlalu banyak kapur dnegan tisu. Dengan trik tersebut, Anda bisa mendapatkan papan tanda ataupun poster yang terlihat seperti papan kapur asli.

Bila Anda ingin membuat papan tulis di dinding atau chalkboard wall, Anda bisa mempersiapkan bahan – bahan seperti nat bubuk, cat lateks (warna hitam atau warna gelap lainnya. Anda bisa menyesuaikan dengan selera Anda), ember untuk mencampur bahan dan kuas cat atau roller.

Setelah alat dan bahan tersebut tersedia, tentukanlah dimana Anda ingin membuat chalkboard wall tersebut. Selanjutnya, buatlah campuran cat lateks dengan warna pilihan yang dicampur dengan air. Pastikan bahwa cat dan air tersebut dicampur sesuai dengan komposisi yang terdapat pada kemasan cat.

Setelah itu, masukan nat bubuk ke dalam cairan cat. Anda bisa mencampur bahan – bahan tersebut di dalam ember dengan perbandingan antara nat dan cat adalah 1 : 8. Aduklah campuran nat dan cat tersebut hinggal benar – benar merata. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah gumpalan atau permukaan yang berpasir pada dinding nantinya. Jika Anda membuat campuran dengan jumlah yang cukup banyak, Anda bisa menggunakan paint mixer untuk mengaduknya.

Setelah cat tercampur rata, siapkanlah dinding yang akan di cat. Bersihkan permukaan dinding terlebih dahulu agar tidak ada debu, kotoran, cairan noda atau minyak. Anda bisa menggunakan sabun atau detergen untuk membersihkan dinding dari kotoran – kotoran secara maksimal.

Setelah dinding bersih, lalu keringkan. Pastikan dinding dalam keadaan kering ketika Anda akan mengaplikasikan campuran cat tersebut. Lalu aplikasikan campuran cat dengan nat bubuk pada dinding dengan menggunakan kuas cat atau roller. Anda bisa melakukan dua kali pemolesan pada dinding agar hasilnya lebih maksimal. Gunakan kuas ukuran kecil untuk bagian tepi agat dinding bisa tercat seluruhnya.

Apabila telah selesai mengecat dinding yang Anda inginkan, diamkan dinding tersebut hingga cat kering. Apabila Anda ingin melakukan dua kali pemolesan, diamkan dinding minimal 3 jam, baru Anda bisa memoles kembali dinding tersebut. Apabila telah selesai, diamkan dinding setidaknya selama 3 hari sebelum Anda menggunakannya. Setelah 3 hari, maka Anda bisa menggunakan didnding papan tulis tersebut.

Anda bisa mulai menghias dinding tersebut dengan pinggiran yang membentuk seperti frame. Letakkanlah kotak penyimpanan kapur dan juga penghapusnya di pinggir dinding papan tulis tersebut supaya orang yang ingin menggambar di papan tulis tersebut bisa dengan mudah menemukan kapur dan juga penghapusnya.

Menarik bukan? Papan tulis yang dulu hanya bisa Anda temukan di sekolah saja, sekarang bisa Anda jadikan dekorasi di rumah Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *